Tuesday, January 03, 2006

Kesulitan Belajar

Kesulitan Belajar atau "Learning Disabilities, LD" adalah hambatan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai.
Hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam sistem saraf pusat otak (gangguan neurobiologis) yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan seperti gangguan perkembangan bicara, membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung.

Bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagi perkembangan kualitas hidupnya di kemudian hari.

Kepekaan orangtua, guru di sekolah serta orang-orang di sekitarnya sangat membantu dalam mendeteksinya, sehingga anak dapat memperoleh penanganan dari tenaga profesional sedini dan seoptimal mungkin, sebelum menjadi terlambat.

Kesulitan Belajar kadang-kadang tidak terdeteksi dan tidak dapat terlihat secara langsung. Setiap individu yang memiliki kesulitan belajar sangatlah unik. Seperti misalnya, seorang anak "dyslexia", yang sulit membaca, menulis dan mengeja, tetapi sangat pandai dalam matematika.

Pada umumnya, individu dengan kesulitan belajar memiliki intelegensi rata-rata bahkan diatas rata-rata. Seseorang terlihat "normal" dan tampak sangat cerdas tetapi sebaliknya ia mengalami hambatan dan menunjukkan tingkat kemampuan yang tidak semestinya dicapai dibandingkan dengan yg seusia dengannya.
Walau demikian, individu dengan kesulitan belajar bisa sukses di sekolah, di dunia kerja, dalam hubungan antar-individu, dan di dalam masyarakat bila disertai dengan dukungan dan perhatian yang tepat.

Deteksi Dini Kesulitan Belajar
Tanda-tanda Kesulitan Belajar sangat bervariasi dan tergantung pada usia anak.

Pada Usia Pra-Sekolah:
-Keterlambatan berbicara jika dibandingkan dengan anak seusianya
-Adanya kesulitan dalam pengucapan kata
-Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim
-Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat
-Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari
-Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat
-Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya
-Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya
-Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu
-Menghindari pekerjaan tertentu seperti menggunting dan menggambar

Pada Usia Sekolah:
-Daya ingatnya (relatif) kurang baik
-Sering melakukan kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca. Misalnya huruf d dibaca b, huruf w dibaca m. (buku dibaca duku)
-Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi pengucapannya
-Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran matemetika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda – (minus) dengan +(plus) , tanda + (plus) dengan x (kali), dan lain-lain.
-Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan daya ingat
-Sangat aktif dan tidak mampu menyele-saikan satu tugas atau kegiatan tertentu dengan tuntas
-Impulsif (bertindak sebelum berpikir)
-Sulit konsentrasi atau pehatiannya mudah teralih
-Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
-Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya
-Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya
-Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya
-Menolak bersekolah
-Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu
-Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen
-Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari dan waktu

Pada Usia Remaja dan Dewasa:
-Membuat kesalahan dalam mengeja berlanjut hingga dewasa
-Sering menghindar dari tugas membaca dan menulis
-Kesulitan dalam menyimpulkan suatu bacaan
-Kesulitan menjawab suatu pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lisan dan/atau tulisan
-Kemampuan daya ingat lemah
-Kesulitan dalam menyerap konsep yang abstrak
-Bekerja lamban
-Bisa kurang perhatian pada hal-hal yang rinci atau bisa juga terlalu fokus kepada hal-hal yang rinci
-Bisa salah dalam membaca informasi

Individu dengan Kesulitan Belajar atau Learning Disabilities (LD) membutuhkan ...
- Identifikasi sedini mungkin
- Tes dan observasi untuk memper-oleh gambaran apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya
- Rencana Pembelajaran Individual (Individual Education Program/IEP)
- Dukungan dari orangtua dan guru (pendidik) yang memahami kesulitan belajar
- Konseling dari profesional terkait
- Pengembangan kemampuan dan ketrampilan untuk mandiri
- Pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja
- Memiliki atasan yang dapat memahami keadaannya


Note: Cuplikan dari
- National Institute of Health, USA.
- Learning Disabilities Association of America
diterjemahkan oleh Sylvia Untario

1 Comments:

At 6:51 PM, Anonymous Kesulitan belajar said...

Thanks infonya maju terus

 

Post a Comment

<< Home